Tips Jitu agar Anak Terhindar dari Bullying

Jakarta Elementary School

BUMN Indonesia – Bullying atau perundungan sering dialami oleh sebagian siswa. Sebagai orang tua, tentu kita tidak ingin anak yang kita sayangi jadi korban bullying. Tentunya tidak semua sekolah menghadapi permasalahan ini, karena umumnya, bullying sering terjadi di lingkungan sekolah saat orang tua tidak mengawasi. Sehingga bisa dipastikan hal tersebut tidak akan terjadi di Jakarta Elementary School.

Semua pakar sepakat, bullying berdampak buruk pada anak. Dampak jangka pendek yakni membuat kepercayaan diri pada anak turun dan membuat suasana belajar tidak menyenangkan. Dampak panjangnya adalah traumatis dan depresi akan dialami sang anak hingga dewasa nanti.

Jakarta Elementary School

Cara Menghindari Bullying di Sekolah

Bullying bisa dihindari dengan cara-cara yang tepat, salah satunya dibahas oleh psikolog dari Citra Ardhita Psychological Services, Ayoe Sutomo, M.Psi seperti yang dilansir pada laman kompas.com. Berikut langkah yang bisa Anda ikuti untuk melindungi buah hati:

1. Memperkuat Konsep Diri

Konsep pada diri harus dibangun sedini mungkin. Konsep diri ini dapat membentuk karakter pada anak. Karakter pada anak dibentuk dari lingkungan terdekat, yakni keluarga. Sebagai orang tua, jangan sampai terlontar ucapan kata-kata yang merendahkan atau meremehkan kemampuan anak Anda.

Kata-kata seperti “Itu saja kok tidak bisa?” dan semacamnya dapat merusak mental anak. Anak akan jadi lebih minder dan tidak percaya diri. Sebaliknya, orang tua harus jadi penyemangat atau motivator terdepan anak. Mereka harus memiliki kepercayaan diri atas apa yang mereka miliki dan kuasai.

2. Selalu Dukung Penuh Anak

Dukungan orang tua sangat penting untuk menciptakan keberanian dan rasa percaya diri pada anak. Dukungan tidak hanya materi, namun juga moril seperti ucapan dan perilaku yang dilakukan orang tua sehari-hari. Dukungan dari kedua orang tua akan membantu akan dalam menyelesaikan masalahnya.

Dukungan pada anak dapat membuat anak berpikir bahwa dia tidak sendirian. Sehingga saat dibully, dia akan menganggap hal tersebut masalah kecil. Anak akan bisa mudah menyelesaikannya dengan mencari teman lain yang dianggap lebih pantas didekati. Peran orang tua sangat penting menentukan sifat solutif pada anak.

3. Ajari Anak untuk Berani Menolak

Anak yang menjadi korban perundungan biasanya karena dia tidak berdaya. Dia cenderung tidak bisa menolak perlakuan buruk dari lingkungannya. Maka dari itu, sebagai orang tua wajib membekali anak untuk berani menolak dan melawan. Menolak untuk diajak hal buruk atau terlibat di dalam hal buruk itu.

Anak yang tidak bisa menolak akan sulit untuk melawan jika ada hal buruk pada dirinya. Sebagai orang tua, tugas Anda adalah mengajarkan hal yang baik dan buruk. Jika ada hal buruk terjadi pada lingkungan anak Anda, ajari mereka untuk menolak hal buruk itu agar tidak melibatkan dirinya.

4. Pilih Lembaga Pendidikan Terbaik

Lembaga pendidikan akan menjadi rumah kedua bagi anak. Pastikan sekolah yang dipilih adalah sekolah yang tidak terdapat anak pembully di dalamnya. Pengawasan dari guru dan kualitas sekolah biasanya menentukan input siswa yang bersekolah di sana.

Sekolah dengan pengawasan guru dan pendidikan yang baik, maka akan menghasilkan siswa yang baik pula. Dengan demikian, maka jangan sampai salah pilih sekolah untuk buah hati Anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *