Bacaan Niat Sholat Dhuha dan Kapan Waktu yang Tepat Menunaikannya

niat sholat dhuha

BUMN Indonesia – Pada dasarnya, membaca niat sholat dhuha itu hukumnya adalah sunnah. Dengan kata lain, bacaan niat tersebut tidak bisa dijadikan patokan dalam menentukan sah atau tidak sahnya sholat dhuha.

Bahkan, keempat madhzab Islam telah sepakat bahwa membaca niat shalat dhuha tidak disyariatkan karena tidak sesuai dengan yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW. Adapun mengenai bacaan niat sholat dhuha dan artinya seperti dibawah ini :

Usholli sunnatadh dhuhaa rok’ataini mustaqbilal qiblati adaa’an lillaahi ta’aalaa.

Artinya : “Aku niat sholat sunnah dhuha dua rokaat menghadap kiblat saat ini karena Allah Ta’ala”.

niat sholat dhuha

Waktu yang Tepat Dalam Menunaikan Sholat Dhuha

1. Awal Waktu Mengerjakan Sholat Dhuha

Sholat dhuha ini dapat dilakukan minimalnya 2 rakaat, dan maksimalnya tidak terbatas. Menurut informasi yang didapat, awal waktu pengerjaan sholat dhuha itu dimulai 20 menit setelah matahari terbit. Hal itu pun sudah disebutkan dalam sebuah hadits riwayat ‘Amr bin ‘Abasah yang berbunyi :

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Kerjakanlah sholat subuh kemudian tinggalkanlah sholat hingga matahari terbit, sampai matahari naik. Ketika matahari terbit, ia terbit di antara dua tanduk setan, saat itu orang-orang kafir sedang bersujud (menyembah matahari)” (HR. Muslim).

2. Akhir Waktu Mengerjakan Sholat Dhuha

Untuk akhir waktu menunaikan sholat dhuha adalah 15 menit sebelum masuknya waktu sholat dzuhur. Kendati demikian, waktu terbaik dalam mengerjakan sholat dhuha adalah di waktu yang akhir (seperempat siang), yakni dalam kondisi yang semakin panas.

Sebagaimana yang telah disebutkan dalam sebuah hadits riwayat Zaid bin Aqram : “Tidaklah mereka mengetahui bahwa sholat di selain waktu ini lebih utama. Sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sholat orang-orang awwabin (taat, kembali pada Allah) adalah ketika anak unta mulai kepanasan” (HR. Muslim).

Keutamaan Sholat Dhuha

1. Merupakan Pesan Rasulullah SAW

Perlu kalian ketahui, sholat dhuha merupakan wasiat khusus dari Rasulullah SAW kepada Abu Hurrairah dan kepada seluruh umatnya.

Diriwayatkan dari Abu Hurrairah RA yang berkata : “Kekasihku (Rasulullah SAW) memberikan pesan (wasiat) kepadaku dengan tiga hal yang tidak pernah aku tinggalkan hingga aku meninggal nanti. Yaitu puasa tiga hari setip bulan, sholat dhuha, dan tidur dalam keadan sudah mengerjakan sholat witir” (Muttafaqun ‘Alaih. Al Bukhari no. 1981. Muslim no 721).

2. Dibuatkan Sebuah Rumah di Surga

Dalam sebuah hadits shahih al-Jami’ no. 634 menyebutkan bahwa orang-orang yang rajin menunaikan sholat dhuha akan dibuatkan sebuah rumah di surga.

“Barang siapa yang salat dhuha sebanyak empat rakaat dan empat rakaat sebelumnya, maka ia akan dibangunkan sebuah rumah di surga”.

3. Mendapatkan Pahala Seperti Orang Pergi Haji dan Umroh

Diriwayatkan Anas bin Malik RA, Rasulullah SAW bersabda : “Barang siapa melaksanakan salat subuh berjama’ah kemudian ia duduk sambil berdizkir kepada Allah hingga terbit matahari, lalu ia mengerjakan salat dua rakaat, maka ia seperti memperoleh pahalanya haji dan umroh“ (HR. Tirmidzi no. 586).

4. Akan Dicukupkan Rezeki

Terdapat sebuah hadits qudsi mengenai janji Allah untuk mencukupkan rezeki bagi para hamba-hamba-Nya yang rajin mengerjakan sholat dhuha.

Allah ‘Azza wa Jalla berfirman : “Wahai anak Adam, janganlah engkau luput dari empat rakaat di awal harimu, niscaya Aku cukupkan untukmu di sepanjang hari itu“ (HR. Ahmad).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *